Menempa Karakter Pemimpin Masa Depan: SMAN 1 Pengasih Resmi Buka LDK Dewan Ambalan Angkatan 28
PENGASIH — Kepemimpinan yang tangguh tidak lahir dalam semalam, melainkan ditempa melalui proses panjang yang memadukan kedisiplinan, wawasan, dan keteladanan karakter. Semangat inilah yang menyelimuti lingkungan SMAN 1 Pengasih pada Jumat pagi (6/11/2026). Tepat pukul 08.00 WIB, derap langkah tegap dan wajah-wajah penuh antusiasme dari para calon pengurus Dewan Ambalan Angkatan 28 masa bakti 2026/2027 berkumpul untuk memulai babak baru perjalanan organisasi mereka melalui kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK).
Suasana khidmat langsung terasa saat seluruh peserta berdiri tegap menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin dengan penuh semangat oleh Kak Stefanie. Lantunan lagu kebangsaan tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan LDK Dewan Ambalan SMAN 1 Pengasih yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada 6 hingga 7 November 2026.
Momentum pembukaan semakin bermakna ketika Kepala SMAN 1 Pengasih sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus), Kak Erna Kurnia Wati, S.Sos., M.Pd., menyampaikan amanat sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda rutinitas tahunan, melainkan kawah candradimuka bagi para siswa untuk membangun kapasitas diri.
"Ikutilah kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan ini dengan sungguh-sungguh sebagai sarana penguatan karakter, wadah mencari pengalaman berharga, serta ruang untuk menambah pengetahuan baru yang nantinya dapat diterapkan secara nyata dalam memajukan Gerakan Pramuka di SMAN 1 Pengasih," pesan Kak Erna Kurnia Wati di hadapan seluruh peserta.
Pembekalan Fondasi Organisasi dan Keterampilan Kepramukaan
Usai upacara pembukaan resmi berakhir pada pukul 08.30 WIB, rangkaian agenda hari pertama langsung bergerak dinamis menuju sesi pemaparan materi. Fondasi awal ditanamkan oleh Kak Mardani pada sesi pertama (08.00–09.30 WIB) yang akan mengupas tuntas mengenai Program Kerja, Tugas, dan Fungsi Dewan Ambalan (DA). Materi ini memberikan peta jalan yang jelas bagi para anggota agar memahami peran strategis mereka dalam merancang dan mengeksekusi roda organisasi selama satu periode ke depan.
Seorang Pramuka Penegak yang andal tentu harus menguasai kecakapan teknis di lapangan. Oleh karena itu, sesi pagi dilanjutkan dengan penguatan teknik kepramukaan bersama Kak Agus Setiawan dalam dua sesi berturut-turut. Pada pukul 09.45–10.15 WIB, peserta diajak mengasah ketangkasan komunikasi visual melalui materi Semaphore, yang kemudian disambung pada pukul 10.15–11.00 WIB dengan materi navigasi dan pemetaan perjalanan melalui Peta Pita. Kedua materi ini melatih ketelitian, fokus, dan kerja sama tim yang presisi.
Sinergi Komunikasi, Manajemen Emosi, dan Nilai Spiritual
Semangat para peserta Dewan Ambalan Angkatan 28 tidak surut meski hari beranjak malam. Sesi petang dibuka kembali pada pukul 18.00–18.45 WIB dengan materi Public Relation (Hubungan Masyarakat) yang disampaikan oleh Kak Ahmad Syaiful Hidayat, S.Pd. Dalam sesi ini, peserta dibekali keterampilan berkomunikasi secara efektif di ruang publik, membangun jejaring, serta menjaga citra positif Gerakan Pramuka SMAN 1 Pengasih di mata warga sekolah maupun masyarakat luas.
Menyadari bahwa dinamika organisasi tidak lepas dari perbedaan pendapat, sesi berikutnya pada pukul 19.15–20.00 WIB menghadirkan Kak Risky Ramandhani, S.Pd. yang membawakan materi Manajemen Konflik. Para calon pemimpin muda ini dilatih untuk mengenali akar permasalahan dan menyelesaikannya secara dewasa, objektif, dan solutif tanpa mengorbankan solidaritas tim.
Bekal intelektual dan manajerial tersebut kemudian disempurnakan dengan penguatan rohani pada pukul 20.00–20.45 WIB. Bersama Kak Muhammad Zuhdi, S.Ag., M.Pd.I., peserta merenungi materi Iman dan Taqwa dalam Organisasi, sebuah pengingat bahwa setiap tanggung jawab kepemimpinan harus dilandasi oleh nilai-nilai moral, kejujuran, dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Rangkaian padat di hari pertama akhirnya ditutup pada pukul 20.45–21.30 WIB oleh Kak Yajid Ahmad Khusban, S.Pd. yang memaparkan mekanisme Penilaian Ekstra Pramuka. Pemahaman mengenai standar evaluasi ini memastikan para pengurus Dewan Ambalan mampu menjalankan fungsi pendampingan dan administrasi penilaian ekstrakurikuler secara terukur dan transparan.
Melalui perpaduan materi teknis kepramukaan, manajemen organisasi, kecakapan komunikasi publik, hingga landasan spiritual yang kokoh, LDK Dewan Ambalan Angkatan 28 ini menjadi bukti komitmen SMAN 1 Pengasih dalam mencetak generasi pemimpin yang utuh. Ketika estafet kepemimpinan berpindah tangan, tunas-tunas muda ini kini telah siap melangkah maju, membawa perubahan positif, dan mengharumkan nama SMAN 1 Pengasih melalui karya nyata di Gerakan Pramuka.


