Thursday, January 31, 2013

Dibuka Pendaftaran SNMPTN 2013 hari ini, 1 Feb sampai 8 Maret 2013

Berita Pendidikan - Pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dibuka per hari Jumat (1/2/2013) ini. Tak seperti tahun lalu, calon mahasiswa hanya mendaftar melalui internet. Seleksi ini hanya memakai nilai rapor saat di SMA/SMAK/MA tanpa ujian tulis.

"Proses pendaftarannya sudah bisa dimulai hari ini tanggal 1 Februari 2013 sampai 8 Maret 2013. Tata caranya bisa dibuka di website www.snmptn.ac.id," kata Ketua Umum Panitia SNMPTN Prof Dr Akhmaloka, di Kemendikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (1/2/2013).

Karena SNMPTN ini tak ada ujian tulis, murni seleksi nilai rapor dari kelas 1-3, maka Kemendikbud mensyaratkan sekolah untuk mendaftar ke Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) lebih dulu pada 17 Desember 2012 – 8 Februari 2013 dan selanjutnya diisikan secara berkala setiap akhir semester.

Setiap siswa memperoleh password pendaftaran dari kepala sekolah, dari sekolah yang telah terdaftar di PPDS. Untuk selanjutnya, siswa boleh mendaftarkan SNMPTN untuk ikut dari 2 PTN yang berbeda dengan program studi atau fakultas yang berbeda pula. Tetapi salah satu PTN harus berasal dari provinsi domisili.

"Hal ini agar mencegah membeludaknya pendaftar pada beberapa PTN saja, jadi bisa merata ke semuanya," ujar Akhmaloka.

Akhmaloka kemudian memaparkan mekanisme pendaftaran SNMPTN 2013, seperti yang tertera di situs SNMPTN:

1. Sekolah melalui kepala sekolah mendaftar ke PDSS dari tanggal 17 Desember 2012 - 8 Februari 2013.
2. Sekolah lalu memasukkan data-data siswa ke PDSS dengan menggunakan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) yang akan langsung merekam jejak rapor. Tiap siswa akan memperoleh password yang berbeda dan kemudian password ini dibagikan dari sekolah ke siswa.
3. Melalui password yang dimiliki, siswa memverifikasi data dan kemudian mendaftar SNMPTN dari 1 Februari 2013 hingga 8 Maret 2013, plus mengunggah foto. Siswa nanti akan mendapatkan kartu tanda pendaftaran.
4. Kepala sekolah memberikan rekomendasi pada setiap siswa yang mendaftar. Bagi yang mendaftar di cabang olahraga dan seni, harus pula mengunggah portofolio karya dan prestasinya.
5. Proses seleksi berdasar data-data akademis selama di SMA itu akan dilakukan 9 Maret - 27 Mei 2013. Pengumuman hasil selesksi pada 28 Mei 2013. Pendaftaran ulang yang lulus seleksi pada 11-12 Juni 2013.

SNMPTN ini hanya untuk siswa yang telah lulus Ujian Nasional (UN) 2013. Informasi lengkap bisa dilihat di www.snmptn.ac.id.

Saturday, June 2, 2012

Program Bidik Misi Sediakan Kuota 2.000 Mahasiswa PTS



Program Bidik Misi Kemendikbud tahun 2012 menyisihkan kuota sebanyak 2.000 beasiswa bagi mahasiswa perguruan tinggi swasta (PTS). Syaratnya, mahasiswa itu dari keluarga miskin namun berprestasi baik saat di jenjang SMA atau sederajat.

"Dari dana APBN tersedia alokasi 30 ribu beasiswa untuk program Bidik Misi, tetapi dengan adanya APBN-P akan ditambah menjadi 42 ribu. Sebanyak 2.000 beasiswa diberikan untuk perguruan tinggi swasta sebagai bagian dari uji coba," kata Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Illah Sailah di Jakarta, Rabu (30/5).

Beasiswa Bidik Misi untuk PTS, tidak berbeda dengan program yang sudah berjalan di PTN, antara lain ada kesediaan dari PTS untuk melaksanakan program ini. Namun, konsekuensinya adalah tidak boleh lagi memungut biaya kepada mahasiswa yang mendapat Bidik Misi tersebut.

Program Bidik Misi Kemendikbud memberikan biaya hidup minimal Rp 600ribu/bulan yang diberikan kepada mahasiswa dan biaya pendidikan maksimalnya Rp 2,4juta per semester. Biaya itu diserahkan pada perguruan tinggi untuk dikelola, antara lain bisa untuk membiayai bekal pelatihan kecakapan hidup, katanya.

Lebih lanjut Illah mengatakan, sejak tahun 2011, program bidik misi juga memberikan tambahan "settlement cost" Biaya ini adalah untuk kedatanganan dan biaya adaptasi bagi calon mahasiswa yang berasal dari provinsi/kabupaten yang jauh dari lokasi perguruan tinggi sehingga harus mengeluarkan ongkos perjalanan.

Sesuai arahan Mendikbud, lanjut Illah, harus dipilih program studi yang strategis, mulai dari kedokteran, teknik, sains dan pertanian, serta akuntansi yang kelihatan mahasiswanya makin berkurang dan juga yang akreditasinya baik.
Tingkat kemiskinan di daerah tertentu juga menjadi pertimbangan, agar yang tidak berkemampuan ekonomi tidak memikirkan jauh-jauh perguruan tingginya.

Friday, June 1, 2012

Inilah Tips Pilih Sekolah dari MUI

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau Prof DR H Mahdini mengimbau para orang tua agar selektif dalam memilih sekolah untuk anak-anaknya, bagi yang beragama Islam, sebaiknya memilih sekolah yang juga bernuansa Islam pula.

"Sekarang ini, banyak tawaran sekolah-sekolah global yang mungkin secara kredibilitas berada di atas rata-rata. Namun jangan dilupakan pula, pendidikan agama dan akhlak anak tersebut," kata Mahdini, Selasa.

Menurutnya, pendidikan akhlak dan agama merupakan hal yang tidak boleh terlupakan apalagi ditinggalkan semata-mata mengejar kesuksesan duniawi. Perlu diketahui juga, demikian Mahdini, bahwa tidak semua institusi pendidikan formal mengajarkan tentang akhlak dan keagamaan. "Untuk itu, para orang tua perlu, bahkan sangat perlu agar selektif dalam memilih jenjang pendidikan untuk anak-anak. Jangan sampai salah dan menyesal di belakang hari," katanya.

Jangan sampai, kata dia, demi mengejar kecerdasan duniawi, akhlak dan akidahnya menjadi terganggu dan kian berkurang.

Hal ini menurutnya sangat dikhawatirkan sehingga peran orang tua sangat dibutuhkan untuk menentukan jenjang pendidikan anak.

Sebaiknya, kata dia, orang tua memilih pendidikan formal yang tidak hanya berkualitas, namun juga memiliki nilai pembentukan akhlak yang mulia. "Kalau tidak di pesantren, mungkin ada pilihan untuk menyekolahkan anak ke Madrasyah Aliyah (MA) atau Madrasyah Tsanawitah (MTs)," katanya.

Dengan bersekolah di sekolah yang memiliki kualitas agamis, demikian Mahdini, maka diharapkan anak tersebut dapat tumbuh dan berkembang dengan mengedepankan akhlaknya yang mulia. Salah satu hal yang penting dari cabang pendidikan untuk anak menurut Mahdini adalah mengajarkan kepadanya tentang akhlak yang baik.

Sebagai contoh, lanjutnya, menyenangkan hati orang lain dan atau bahkan yang sesederhana sekalipun yaitu memberikan wajah berseri saat bertemu dengan saudara Muslim yang lain.

Selain itu, kata dia, hendaknya para orang tua juga menekankan tentang pembelajaran sederhana bagi anak untuk membentuk karakter yang baik. "Penguatan karakter yang bermoral serta berakhlak mulia, akan menuntun anak bangsa menjadi penerus yang tidak hanya cerdas, namun juga jujur dan beriman," katanya.

sumber: ROL republika online

Thursday, May 31, 2012

Hebat, Pelajar SD Kediri Jadi Jawara Kompetisi Robot Internasional

Tim Robot Rahmat dari Sekolah Dasar (SD) Plus Rahmat Kediri, Jawa Timur, berhasil menjuarai Kompetisi Robot Internasional (IISRO) di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 22-27 Mei kemarin. Guru pembimbing tim, Bambang Dwi Setiawan yang ditemui di sekolah, Rabu (30/5) mengemukakan kompetisi itu berjalan dengan sangat serius, diikuti peserta dari Malaysia, Indonesia, dan beberapa negara lain.

"Kami persiapan sekitar tiga bulan untuk mengikuti kompetisi ini. Kami juga sebelumnya belajar ke Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya. Mereka cukup membantu kami," katanya.

Ia mengatakan, ada sembilan kategori yang dikompetisikan. Dari jumlah itu, pihaknya hanya mengikuti lima kategori, dan berhasil memenangi tiga kategori.

Pihaknya menyebut, ketegori itu antara lain kompetisi 'Robot Run' yang diikuti Irfan Muhammad dan Damarjati Bagus Satrio berhasil meraih gelar juara I, 'Indoor Aero Robot' yang diikuti Irfan, Damarjati, dan M Fauzan Azhima S yang berhasil meraih juara I, Aditya Narawangsa dan Abdilla Fikria Pasa juara II, dan Zaidan Rabbani M dan Wildanurrahman juara III.

Sementara itu, kategori ketiga adalah 'Robot Transporter' yang diikuti Irfan, Damarjati, dan Ahmad Fauzan Wida berhasil meraih juara III, dan Andi Darajat Hidayatullah, Zaidan Rabbani, serta Wildanurrahman juara III. Bambang mengungkapkan anak-anak belajar dengan keras untuk kegiatan ini. Mereka dilatih merakit, membuat spesifikasi, dan berapa program untuk menjalankan robot tersebut.

Ia menyatakan sangat bangga dengan prestasi yang diperoleh anak didiknya. Terlebih lagi, kegiatan luar sekolah berupa merakit robot ini juga baru saja berdiri, Januari 2011. Walaupun begitu, minat anak-anak sangat besar. Sampai saat ini ada sebanyak 90 anak baik laki-laki maupun perempuan. Mereka rata-rata kelas 4-5 di sekolah itu.

Bambang menyebut, masih harus mengevaluasi kegiatan tersebut. Terlebih mengenei kegagalan dalam dua kategori untuk menjadi juara. Hal itu juga untuk persiapan kompetisi lanjutan yang rencananya akan diselenggarakan di Jakarta dan Bandung. "Kami akan mengikuti kompetisi selanjutnya. Saat ini, kami juga sedang siapkan," kata guru komputer tersebut.

Damarjati yang ditemui mengaku sangat senang mengikuti kegiatan itu, terlebih lagi menang. Saat kompetisi berlangsung, ia dengan teman-temannya juga sempat grogi, karena para pesaing mereka menggunakan alat yang lebih canggih. "Alat mereka lebih canggih dan juga berpengalaman, sedangkan kami masih baru. Kami sempat grogi," katanya.

Zaidan, pelajar lainnya mengaku belajar dengan keras dengan sering melihat tentang perakitan robot lewat jaringan internet. Ia juga harus bersabar, dan selalu mengevaluasi kesalahan untuk mendapatkan hasil terbaik. "Kuncinya harus sabar dan memperbaiki kesalahan," kata pelajar kelas empat ini.

Sunday, May 20, 2012

Hebat.. Karya Remaja Indonesia Ikut di Pameran Sains AS

Berita Pendidikan - Karya Remaja Indonesia Ikut di Pameran Sains AS
Tiga pemenang Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) yang diadakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) 2011 akan mengikuti ajang Ilmiah bergengsi di Amerika Serikat (AS). Mereka disertakan dalam Intel International Science and Engineering Fair 2012".

Adapun karya ilmiah anak bangsa yang akan dipamerkan adalah Digital Leaf Color Chart, oleh M Luthfi Nurfakhri (SMAN 1 Bogor); Termite Resistant Rice Straw Paper With Soursop Leaves Extract oleh Efa F Haryono dan Marwah Zairah (SMAN 1 MAlingping); dan Volcanic Mudlow Breaker Dam oleh Aulia A Januartrika, Anas M Nurrochman, Amelia Nugrahaningrum (SMAN 1 Yogyakarta).

Enam pelajar Indonesia pemenang Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) LIPI tahun 2011 akan berangkat mewakili Indonesia di ajang Intel International Science and Engineering Fair (Intel ISEF) 2011, di Pittsbrurg, Pennsylvania, Amerika Serikat pada tanggal 13-18 Mei 2012.

Saat diterima oleh Menristek, Prof Gusti Muhammad Hatta, pada Rabu (10/5) kemarin, memberikan ucapan selamat kepada para peserta ISEF sebagai orang-orang yang the best of the best. Dalam siaran persnya, Kamis (10/5), Menristek juga berterima kasih kepada LIPI dan Intel Indonesia Corporation yang telah membimbing para peserta untuk dapat masuk ke dalam tataran kompetisi internasional serta menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.

Prof Lukman Hakim, Kepala LIPI, juga memberikan ucapan selamat dan mendoakan agar para peserta mendapatkan hasil yang terbaik sehingga mampu mengangkat nama bangsa di mata dunia. "LIPI akan selalu berupaya agar para pemenang LKIR LIPI berkesempatan untuk mengikuti lomba-lomba ilmiah bertaraf internasional," ujarnya.

Salah satunya adalah Intel ISEF yang merupakan kompetisi ilmiah pra-kuliah yang terbesar di dunia. "Kompetisi ini diadakan setiap tahun dan diikuti oleh lebih dari 1500 pelajar sekolah menengah dari 65 negara untuk memamerkan hasil penelitian independen mereka", jelasnya.

Friday, May 18, 2012

Indonesia Siap Gelar Pameran Robot Internasional

Berita Pendidiakn @ pendidikan.web.id - Indonesia akan menyelenggarakan pameran robot tingkat internasional dengan tajuk "Indonesia Robotic Exhibition Next Generation 2013" yang akan diselenggarakan di Jakarta pada 12-16 Juni 2013.

"Pada pameran ini akan ditampilkan mengenai perkembangan robot dunia dari berbagai sektor," kata Direktur World Robotic Explorer, Jully Tjindrawan di Jakarta, Jumat, saat peluncuran pameran yang akan diadakan tahun depan tersebut.

Pada pameran yang akan di selenggarakan di Central Park Mall itu akan ditampilkan robot dalam bidang industri, robot untuk membantu kegiatan sehari-hari manusia seperti dalam bidang kesehatan, keamanan, pendidikan sampai rumah tangga.

Juga akan ditampilkan peralatan, perlengkapan suku cadang robot bagi para pelaku industri dan penghobi robot dan tentunya robot dalam dunia hiburan dan permainan.

Jully mengatakan kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang "multi event" (banyak kegiatan) seperti pameran, demo produk, lokakarya, seminar, kompetisi robot pelajar dan umum, pertemuan bisnis nasional hingga acara hiburan yang diharapkan akan menyedot perhatian sekitar 100.000 orang pengunjung.

Ia mengatakan, kegiatan akan diikuti oleh perusahaan dan institusi dari lima negara yang dikenal dalam memproduksi robot. Namun ia tidak menyebutkan negara mana saja. Selain itu juga akan diikuti oleh pemda-pemda dan instansi pemerintah.

Jully juga mengharapkan guru-guru, dosen, mahasiswa dan pelajar dapat menghadiri kegiatan tersebut sehingga dapat menambah wawasan mereka.

Jully percaya bahwa bangsa Indonesia mampu berbicara dalam masalah robot. Ia mengatakan sebagai contoh, pelajar SD hingga SMA Indonesia sudah mampu memenangkani berbagai lomba robot. Dengan adanya pameran tersebut maka diharapkan minat masyarakat untuk berkecimpung di dunia robot akan meningkat.

Pada kesempatan itu Jully juga mengatakan bahwa pihaknya sedang berupaya membuat robot komodo yang panjangnya mencapai tiga meter. Robot tersebut dapat bergerak dan berjalan. Nantinya robot itu diharapkan dapat menjadi salah satu icon pameran.

Pada peluncuran pameran itu juga dilakukan kerja sama antara World Robotic Explorer dengan Pemda Sumba Barat Daya, NTT untuk mendirikan sekolah robot pertama di Indonesia Timur

Wednesday, May 16, 2012

Ratusan PTS di Jateng-DIY Belum Terakreditasi

Berita Pendidikan @ pendidikan.web.id - Sebanyak 135 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jateng dan DI Yogyakarta belum melengkapi setiap program studinya dengan akreditasi. Seluruh PTS tersebut diharapkan dapat segera mengurus dokumen akreditasi secepatnya.

Jumlah tersebut dengan rincian, di Jateng sebanyak 80 PTS dan DIY sebanyak 55 PTS. Jumlah program studi yang belum terakreditasi berbeda di setiap masing-masing PTS tersebut.

"Ada PTS yang di dalamnya satu hingga enam prodi belum terakreditasi. Ada yang sama sekali belum terakreditasi," ujar Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) V DIY, Prof Bambang Supriyadi.

Di Yogyakarta, terdapat 23 persen dari 508 prodi atau 55 PTS dari 112 PTS tanpa akreditasi. Bambang mengatakan, pihaknya terus mengimbau dan membantu PTS tersebut untuk segera mengurus akreditasi. Mengingat persentase nilai PTS di Yogya sudah cukup tinggi, yakni 73 persen.

"Sejak tahun 2010, Kopertis Yogjakarta bekerjasama dengan BAN-PT. Kita mengundang PTS-PTS yang prodinya belum terakreditasi," ujarnya.

Hal serupa juga dilaksanakan di Jateng. Koordinator Kopertis VI Jateng, Prof Mustajid, mengatakan pihaknya pun mengundang PTS yang prodinya belum terakreditasi untuk diberikan pembinaan cara mendaftarkan akreditasi. "Bulan tiga yang lalu, kami mengundang 80 PTS yang belum terakreditasi atau akreditasi kadaluarsa. Kami memberikan pembinaan, bagaimana pengisian data dan sebagainya," tuturnya.

Kendala belum terakreditasinya seluruh prodi di PTS tersebut disebabkan banyak hal. Sebagian besar prodi tanpa akreditasi tersebut merupakan prodi yang baru dibuka

 
Supported by Info Beasiswa | InfoLomba.Web.ID - | Ujian Online |Ayo Kuliah